"Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki peluang agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, khususnya yang berkaitan dengan jalur kualifikasi Olimpiade," ujarnya.

Diplomasi olahraga itu dilakukan Okto melalui sejumlah pertemuan strategis di sela penyelenggaraan Dakar 2026. Ia bertemu dengan Presiden World Skate Sabatino Aracu, Presiden International Table Tennis Federation (ITTF) Petra Sörling, Presiden International Weightlifting Federation (IWF) Mohammed Jalood, Presiden World Aquatics Husain Al-Musallam, serta Presiden World Climbing Marco Maria Scolaris.

Okto juga bertemu dengan Presiden World Gymnastics Morinari Watanabe, Presiden Union Cycliste Internationale (UCI) David Lappartient, Presiden World Triathlon Antonio Fernández Arimany, Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leeswadtrakul, Presiden Kehormatan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) Jean Todt, serta Presiden United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) Gene Sykes.

Menurut Okto, sejumlah pertemuan tersebut mendapat respons awal yang positif. Beberapa federasi, termasuk dari cabang panjat tebing dan olahraga skating, membuka peluang bagi Indonesia untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara kompetisi internasional. Namun, rencana tersebut tetap harus mempertimbangkan persyaratan dan kesiapan penyelenggaraan.

Selain itu, KOI juga membahas kemungkinan menggelar kejuaraan tinju internasional di Indonesia, termasuk di Bali, pada November atau Desember 2027. Rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan membutuhkan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait.