Selain sektor hospitality, Palau membutuhkan tenaga kerja profesional dan terampil antara lain tenaga konstruksi, insinyur sipil, serta pekerja di sektor maritim, termasuk nakhoda dan pekerjaan di atas kapal.

"Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi tertentu, tentu menjadi peluang yang perlu kita respons dengan menyiapkan pekerja migran yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna di negara tujuan," ujar dia.

Christina mengatakan Kementerian P2MI bersama KBRI Manila akan menindaklanjuti peluang tersebut dengan mempertemukan perusahaan calon pengguna tenaga kerja dari Palau dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober 2026.