NADIKABAR.COM — Tim bulu tangkis junior Indonesia mengawali perjuangan pada BWF World Junior Team Championships 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Azerbaijan pada pertandingan Grup C2 di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir, Senin.
Indonesia mengamankan dua gim sistem relay dengan skor 55-25 dan 55-11 untuk mencatat kemenangan pertama dalam perebutan Piala Suhandinata.
“Pertandingan pertama selalu tidak mudah. Kita lihat di gim pertama beberapa pemain masih beradaptasi dengan situasi di Cairo Stadium, baik kondisi angin maupun pencahayaan,” kata Manajer Tim Indonesia Eskar Denatara dalam keterangan PP PBSI, Senin.
Pada gim pertama, Indonesia membuka keunggulan melalui pasangan ganda campuran Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti yang membawa Merah Putih memimpin 11-5 atas Ulvi Huseynov/Leyla Jamalzade.
Aurelia Syakira Putri/Yasintha Ristyna Putri kemudian memperlebar keunggulan menjadi 22-11 pada sektor ganda putri sebelum Mayla Cahya Afilian Pratiwi membuat Indonesia semakin menjauh 33-16 pada tunggal putri.
Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan meneruskan dominasi Indonesia dengan membawa skor menjadi 44-17 pada ganda putra. Radithya Bayu Wardhana lalu menuntaskan gim pertama dengan skor 55-25.
Indonesia makin dominan pada gim kedua. Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti membuka pertandingan tanpa kehilangan poin untuk membawa Indonesia unggul 11-0.
Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi melanjutkan keunggulan menjadi 22-1, disusul Jolin Angelia yang membuat skor menjadi 33-5.
Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta kemudian membawa Indonesia unggul 44-8 sebelum Fathurachman menutup pertandingan dengan kemenangan 55-11.
Menurut Eskar, kondisi angin serta perubahan sisi lapangan sempat mempengaruhi laju shuttlecock sehingga pemain membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Namun, dukungan masyarakat Indonesia yang hadir di arena membuat para pemain bisa lebih cepat keluar dari tekanan dan menunjukkan permainan yang lebih baik pada gim kedua.
“Saya kira ini awal yang cukup baik untuk perjalanan tim beregu kali ini. Semoga besok kami bisa tampil lebih baik lagi,” ujar Eskar.
Indonesia berada di Grup C2 bersama Azerbaijan dan Sri Lanka berdasarkan hasil undian ulang menjelang turnamen.
Kejuaraan Dunia Junior Beregu BWF 2026 berlangsung pada 5-10 Oktober dengan menggunakan sistem relay 55 poin. Setiap sektor menyumbangkan tahapan 11 poin dalam satu gim.
Eskar mengatakan para pemain akan langsung difokuskan pada pemulihan karena Indonesia kembali menghadapi pertandingan berikutnya pada Selasa.
“Belajar dari hari pertama, besok para atlet harus lebih siap lagi. Pemanasannya harus lebih firm dan masuk lapangan harus sudah siap dengan strategi yang diberikan serta menjaga fokus, karena dengan pertandingan gim 11 ini tidak ada yang tidak mungkin,” kata Eskar.