Indonesia Re juga memasang panel surya melalui program TJSL di sekolah yang berada di sekitar kantor perusahaan.

Tidak hanya itu, perusahaan mulai mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan dengan menggunakan tumbler dalam kegiatan rapat, menerapkan sistem kerja tanpa kertas (paperless), serta mendorong karyawan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

"Sekarang 60 persen karyawan Indonesia Re menggunakan transportasi publik," ujarnya.

Mardian mengatakan perusahaan juga telah menghitung penggunaan air, listrik, dan bahan bakar secara lebih terukur sejak 2022.

Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengupayakan pengurangan penggunaan sumber daya dari tahun ke tahun.

Dalam kegiatan uji emisi itu, ia juga menyebut sejumlah kendaraan perusahaan telah menggunakan listrik.