Kendaraan direksi antara lain telah didukung kendaraan listrik, sedangkan sebagian kendaraan kepala divisi menggunakan kendaraan hibrida.

Namun demikian, kendaraan operasional masih sebagian besar menggunakan bahan bakar fosil, termasuk dua kendaraan yang menggunakan bahan bakar diesel.

Mardian berharap pengujian emisi dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kendaraan sekaligus menentukan tindak lanjut apabila terdapat kendaraan yang menghasilkan emisi di atas ambang batas.

"Kami juga mohon saran dari tim teknisi, kira-kira apa yang harus kami lakukan seandainya tidak lulus tes, misalkan emisinya melewati batas ambang," katanya.

Ia menambahkan hasil pengujian nantinya dapat menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam menentukan langkah perawatan atau perbaikan kendaraan agar emisinya dapat ditekan.

"Harapannya kita bersama-sama bisa mengurangi dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan," ujar Mardian.