Pemerintah juga berupaya menekan biaya pemeriksaan molekuler. Dengan dukungan Global Fund, biaya pemeriksaan saat ini telah turun menjadi 3,6 dolar AS per tes. Pemerintah berharap biaya tersebut dapat ditekan hingga di bawah 3 dolar AS mulai 2027.

Selain alat diagnostik molekuler, pemerintah juga memperluas penggunaan mesin rontgen untuk mendukung skrining TBC. Sebanyak 800 unit mesin rontgen portabel dan bergerak telah dipasang pada 2026.

Pada tahun berikutnya, pemerintah berencana menambah 4.000 unit mesin rontgen.

Selanjutnya, pada 2028, ditargetkan sebanyak 10.000 puskesmas telah dilengkapi fasilitas rontgen dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Tahun ini, kita telah memasang 800 unit mesin sinar-X, baik yang bersifat portabel maupun mobile. Tahun depan, kita akan menambah 4.000 unit lagi, sehingga pada tahun 2028, seluruh puskesmas, yang berjumlah 10.000 unit, akan dilengkapi dengan mesin sinar-X berteknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan skrining tuberkulosis di 7.000 pulau berpenghuni tersebut," kata Budi Gunadi.