Budi berharap kombinasi pemeriksaan rontgen berbasis AI dan diagnostik molekuler dapat meningkatkan penemuan kasus TBC secara signifikan.
Ia menargetkan kapasitas skrining dapat menjangkau sekitar 10 kali estimasi beban TBC Indonesia atau sekitar 10 juta orang melalui fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Upaya tersebut diharapkan meningkatkan penemuan pasien TBC, baik yang mengalami TBC aktif maupun kelompok yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Menurut Budi, perluasan skrining menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan penderita TBC dapat ditemukan dan memperoleh pengobatan lebih cepat.
"Kami berharap dapat melakukan skrining terhadap sekitar 10 juta orang—jumlah yang setara dengan 10 kali lipat estimasi beban kasus TBC di Indonesia—menggunakan mesin sinar-X dan diagnostik molekuler di tingkat puskesmas. Saya berharap upaya ini akan meningkatkan angka penemuan kasus TBC, baik untuk TBC aktif maupun TBC non-klinis," katanya.