“Tugas kita saat ini adalah bekerja sama untuk memastikan agar kenaikan permukaan air laut tidak menghancurkan apa yang telah dibangun oleh generasi-generasi sebelumnya maupun merampas apa yang menjadi hak bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Sugiono menyatakan kenaikan permukaan air laut sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat pesisir, termasuk hilangnya tempat tinggal, terganggunya mata pencaharian, serta terancamnya keselamatan penduduk secara luas, terutama di negara-negara kepulauan seperti Indonesia.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Indo-Pasifik, Indonesia memahami realitas ini. Laut tidak dapat dipisahkan dari identitas, ekonomi, dan masa depan kami," ucapnya.

Pemerintah Indonesia pun telah meluncurkan sejumlah inisiatif untuk memitigasi dampak krisis lingkungan tersebut. Salah satunya melakukan rehabilitasi lebih dari 13.000 hektare hutan bakau melalui Mangroves for Coastal Resilience Program. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk membangun Giant Sea Wall di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.