Tevi menyatakan bahwa perdamaian dan keamanan tidak dapat dipisahkan dari hak asasi manusia, seraya menyerukan perhatian internasional yang lebih besar terhadap situasi masyarakat adat Papua di Papua Barat.

"Seruan dari para pemimpin Forum Pasifik agar Komisaris Hak Asasi Manusia PBB mengunjungi Papua Barat masih belum ditanggapi dan perlu segera ditindaklanjuti," katanya.

Sementara itu, pada 24 September, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon Rick Nelson Houenipwela melakukan pertemuan bilateral di sela-sela Sidang Umum PBB ke-81, guna memperkuat kerja sama pembangunan, perdagangan dan peningkatan kapasitas.

Sugiono juga mengundang para pelaku usaha dari Kepulauan Solomon untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 serta mendorong finalisasi kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Menlu Kepulauan Solomon menyampaikan rencana untuk memperkuat perwakilan Kepulauan Solomon di Jakarta guna mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, serta menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia melalui berbagai program peningkatan kapasitas dan beasiswa.