"Kalau cuma bilang pakai AI, orang akan bilang pakai AI buat apa, buat cuma benerin kata-kata atau apa. Jadi harus dilatih, sehingga mereka juga lebih berubah cara bekerjanya dan menjadi lebih efisien," katanya.
Dia juga menekankan bahwa industri tidak harus menyiapkan seluruh talenta dengan kemampuan pemrograman. Menurut dia, kebutuhan industri tidak semata-mata pada kemampuan coding, melainkan bagaimana pekerja mampu menggunakan teknologi secara tepat.
Neneng menilai penggunaan AI pada akhirnya dapat membuat pekerjaan menjadi lebih tajam karena proses analisis dapat dibantu teknologi, termasuk dengan perkembangan agentic AI.
Ia mengatakan AI tidak hanya menjadi alat untuk menggantikan pekerjaan rutin, tetapi dapat membantu pekerja meningkatkan produktivitas dan kualitas pengambilan keputusan di dalam industri.