NADIKABAR.COM — Anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kemarau yang diprediksi lebih panjang. Perusahaan menyatakan terus memperkuat pengelolaan air melalui efisiensi penggunaan, pemanfaatan kembali air, pengembangan sumber air alternatif, serta penerapan teknologi untuk mengoptimalkan penggunaan dan distribusi air dalam kegiatan operasional.

Sebagai bagian dari Target Keberlanjutan 2030, Solusi Bangun Indonesia menargetkan pengurangan pengambilan air baku sebesar 10% dibandingkan baseline 2019. Hingga 2025, Perusahaan telah mengurangi pengambilan air baku sebesar 45%, jauh melampaui target yang ditetapkan untuk 2030. Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, mengatakan perubahan pola iklim mendorong industri untuk semakin adaptif dalam mengelola sumber daya air.

"Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan termasuk kegiatan ekonomi dan industri. Karena itu, kami terus berupaya menurunkan penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan sumber air alternatif seperti pemanenan air hujan, penggunaan recycled water, serta penggunaan teknologi yang membantu mengoptimalkan distribusi air ke fasilitas produksi agar lebih efisien," ujar Edi Sarwono dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026). Upaya tersebut tercermin pada perubahan komposisi penggunaan air di seluruh area operasi Perusahaan. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, total pengambilan air baku turun dari 2.252 megaliter pada 2024 menjadi 2.132 megaliter pada tahun 2025. Dengan komposisi pengambilan air permukaan berkurang sekitar 18% dari 841 megaliter pada 2024 menjadi 688 megaliter pada 2025.