Tidak semua orang yang mengalami influenza akan mengalami demam. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kombinasi gejala yang muncul, terutama apabila keluhan berkembang dengan cepat atau kondisi tubuh semakin memburuk.
Pada anak, influenza juga perlu mendapat perhatian lebih. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut anak termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami influenza bergejala dan komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, memburuknya asma, miokarditis dan ensefalopati.
Pencegahan influenza dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan mengurangi risiko kontak dengan orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin menjadi salah satu langkah penting. Kebiasaan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin juga perlu diterapkan untuk mengurangi penyebaran droplet.
Penggunaan masker dapat dipertimbangkan ketika sedang sakit atau berada di lingkungan yang ramai. Orang yang mengalami gejala influenza juga sebaiknya beristirahat di rumah dan membatasi kontak dekat dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan.
Menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan juga dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan. Selain itu, vaksinasi influenza dapat menjadi salah satu upaya pencegahan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.