Anak-anak, terutama bayi dan balita, menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian. Berdasarkan data surveilans Kemenkes pada minggu ke-36, kelompok usia 0 sampai 4 tahun menyumbang 42 persen dari kasus influenza yang terdeteksi.

Kelompok lain yang perlu lebih waspada meliputi lanjut usia, ibu hamil serta orang yang memiliki penyakit tertentu. Apabila kelompok tersebut mengalami gejala influenza, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat dilakukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Orang tua juga disarankan tidak membawa anak yang sedang sakit ke sekolah atau tempat ramai. Langkah tersebut dapat membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi kemungkinan penularan kepada anak lainnya.

Influenza umumnya dapat membaik dengan istirahat dan perawatan yang sesuai. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala semakin berat, berlangsung berkepanjangan atau muncul tanda yang mengkhawatirkan.

Pada kelompok berisiko tinggi, konsultasi dengan tenaga kesehatan sebaiknya dilakukan lebih awal. Dokter dapat menentukan apakah pasien membutuhkan pemeriksaan lanjutan atau pengobatan antivirus.

Dengan adanya peningkatan proporsi influenza A dalam hasil surveilans, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa panik. Menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika diperlukan serta membatasi kontak ketika sedang sakit menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah penularan.