Salah satu jenis Influenza A yang paling banyak dipantau dunia adalah H5N1 atau flu burung.
Virus ini terutama beredar pada unggas, tetapi dalam sejumlah kasus juga dapat menginfeksi manusia dan berbagai jenis mamalia.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 993 kasus infeksi H5N1 pada manusia yang dilaporkan sejak awal 2003 hingga 26 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 477 orang meninggal dunia.
Indonesia memiliki sejarah panjang dengan H5N1. Berdasarkan data WHO kawasan Pasifik Barat, Indonesia mencatat 200 kasus pada manusia dengan 168 kematian sejak 2003 hingga akhir 2025.
Meski angka tersebut menunjukkan dampak serius H5N1 pada manusia, kondisi saat ini perlu dibedakan dari situasi pandemi. WHO masih menilai risiko kesehatan masyarakat dari virus Influenza A(H5N1) pada manusia sebagai rendah karena belum ditemukan penularan antarmanusia yang berkelanjutan.
Artinya, keberadaan virus pada hewan tetap perlu diawasi, tetapi belum berarti H5N1 sedang menyebar luas dari manusia ke manusia.
Inilah alasan pengawasan influenza tidak hanya dilakukan di rumah sakit dan laboratorium, tetapi juga pada populasi hewan.