NADIKABAR.COM — Penyebaran virus influenza tipe A khususnya subtipe A (H1N1) dan A (H3N2) pada anak-anak berlangsung cepat karena sistem imunitas mereka yang masih berkembang dan interaksi fisik yang intensif di lingkungan sekolah maupun tempat bermain.

Penularan terjadi terutama melalui droplet (percikan pernapasan) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, virus ini mampu bertahan sementara di permukaan benda seperti mainan, gagang pintu, atau alat tulis, sehingga transmisi kontak tidak langsung sering terjadi ketika anak menyentuh benda terkontaminasi lalu memegang hidung, mata, atau mulut.

Anak-anak yang terinfeksi juga melepaskan virus (viral shedding) dalam durasi lebih panjang dibanding orang dewasa, menjadikan mereka agen penyebar utama di lingkungan keluarga.

Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) hingga akhir September 2026 (minggu ke-38), aktivitas influenza di Indonesia mengalami peningkatan musiman seiring dinamika pancaroba dan tingkat mobilitas:

Strategi pencegahan influenza tipe A pada anak

Pencegahan infeksi virus influenza tipe A pada anak memerlukan pendekatan multi-lapis yang menggabungkan proteksi medis spesifik serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS):