Laporan intelijen yang sempat memicu kekhawatiran militer AS itu, menurut salah satu sumber, dinyatakan "sepenuhnya keliru".

Disebutkan oleh sumber yang dikutip NadiKabar itu bahwa laporan tersebut "hampir saja memicu perang". Setiap operasi militer AS terhadap kapal China berisiko memicu konflik bersenjata antara kedua negara.

Mengapa Militer AS Gunakan AI dalam Operasinya?

Di seluruh jajaran militer dan komunitas intelijen AS, para pejabat berupaya mengintegrasikan AI ke dalam hampir setiap aspek pekerjaan mereka. Mulai dari menganalisis data intelijen mentah dalam jumlah besar yang dikumpulkan AS dan memilih target-target serangan, hingga penerapan yang lebih rutin seperti pengelolaan anggaran, logistik, dan rantai pasokan.

Namun peristiwa tersebut menyoroti risiko besar penggunaan teknologi baru yang canggih, yang belum sepenuhnya dipahami, untuk penentuan target di tengah situasi perang. Para analis sejak lama mengkhawatirkan AI dapat memicu kesalahan perhitungan fatal, jika negara mengandalkan data yang buruk atau tidak valid.

Miskalkulasi yang dipicu informasi yang tidak akurat, nyaris membuat AS menyerang kapal China.