NADIKABAR.COM — Cirebon memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang lekat dengan kehidupan masyarakat. Kota yang berjuluk Kota Wali ini menyimpan sejumlah peninggalan leluhur yang hingga kini masih dikeramatkan. Salah satunya berupa sumur tua yang tersebar di kawasan keraton dan situs bersejarah.

Sejumlah sumur tersebut masih ramai didatangi peziarah yang meyakini airnya memiliki khasiat tertentu. Salah satunya Sumur Ketandan yang berada di bawah pohon beringin berusia ratusan tahun. Situs ini berkaitan dengan kisah Pangeran Cakrabuana dalam menyebarkan Islam di pesisir utara Jawa. Juru kunci Sumur Ketandan, Raden Syarifuddin, mengatakan pengelola mengambil air menggunakan ember tanpa pompa untuk menjaga kesakralan sumur. Dahulu, masyarakat memanfaatkan sumur tersebut untuk mencuci jala dan membuat terasi dari ikan rebon karena lokasinya berada dekat pantai.

Selain Sumur Ketandan, terdapat Sumur Kejayaan di kawasan Petilasan Dalem Agung Pakungwati, kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. Juru kunci Mang Pardi (68) menyebut masyarakat dari Cirebon dan sejumlah daerah sekitar datang untuk berwudu, mandi, atau mengambil air. Meski kedalamannya hanya sekitar tiga meter, air sumur itu diyakini tidak pernah kering saat kemarau dan tidak meluber ketika musim hujan. Pengunjung juga datang dengan berbagai tujuan, termasuk berharap kelancaran usaha dan terkabulnya hajat.