Banyak yang menyebutnya buaya putih, namun Barong menjelaskan bahwa penampakannya sebenarnya lebih menyerupai kilauan logam. Buaya setinggi 4 meter itu sering terlihat saat air sungai sedang meluap,.

"Warnanya bukan benar-benar putih, mungkin lebih keperakan, tapi kalau terkena cahaya matahari terlihat bercahaya seperti putih," tambahnya menggambarkan sosok yang diyakini sebagai penjaga keseimbangan sungai tersebut.

Selain buaya putih, ada pula legenda buaya buntung. Meski memiliki keterbatasan fisik pada ekornya, makhluk ini justru dikenal memiliki sisi "humanis" yang unik. Konon, ia sering menolong warga yang hanyut dengan cara mengarahkan mereka kembali ke tepian.

Jika ada raja, tentu ada istananya. Dalam legenda Cimandiri, Batu Bongkok dipercaya sebagai titik paling sakral. Batu besar yang tersembunyi di dasar sungai ini diyakini menjadi rumah bagi koloni buaya, termasuk sang buaya putih yang legendaris,.