Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr Then Suyanti mengatakan karhutla menjadi isu kesehatan karena dapat memicu lonjakan paparan partikulat dan gangguan kesehatan dalam waktu singkat. Salah satu polutan yang menjadi perhatian adalah PM2,5, partikel berukuran sangat kecil yang dapat menyebar luas melalui udara.
"Adanya PM 2,5 yang tinggi, tingkat pajanannya sangat luas karena di mana-mana udara itu tidak ada batasan. Dan kelompok rentan menjadi perhatian kita sama-sama karena gampang terkena penyakit, dan ini perlunya respon cepat kita semua.Dari resiko, jadi resiko ini tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi polutan, tapi juga durasi, aktivitas, kemudian kerentanan daripada individu," jelasnya saat konferensi pers, Rabu (26/8/2026). (suc/suc)