Temuan tersebut juga sejalan dengan sejumlah penelitian sebelumnya di Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Beberapa studi menemukan konsumsi teh atau mate pada suhu sekitar 70 derajat Celsius atau lebih berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Para peneliti menduga panas dapat meningkatkan risiko kanker dengan menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang melapisi kerongkongan. Selain konsumsi minuman sangat panas, merokok dan alkohol juga diketahui sebagai faktor risiko utama kanker kerongkongan.

Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyebut mengurangi suhu minuman dapat menjadi salah satu langkah pencegahan. Cancer Research UK juga menyarankan agar teh atau kopi dibiarkan hingga suhunya terasa nyaman untuk diminum, alih-alih dikonsumsi ketika masih sangat panas.