"Unik ya singa sakit, badak mati dan gajah barang," kata Teguh.

Nama tempat berbasis satwa ternyata tidak hanya ditemukan di sekitar Singaparna dan Leuwisari. Di Kabupaten Tasikmalaya juga terdapat Desa Kudadepa yang berada di Kecamatan Sukahening.

Kudadepa berasal dari istilah bahasa Sunda kuda depa. Istilah tersebut menggambarkan kuda yang berada dalam posisi mendekam atau tiarap.

Ada pula Kampung Naga di Kecamatan Salawu yang jauh lebih dikenal karena statusnya sebagai kampung adat sekaligus destinasi wisata. Meski menggunakan nama satwa mitos, nama Naga di tempat ini ternyata tidak berkaitan dengan ular naga.

Nama Naga dipercaya merupakan penggalan dari istilah na gawir atau dina gawir. Istilah tersebut menggambarkan lokasi kampung yang berada di kawasan tebing atau jurang.

Dari Singaparna, Badakpaeh, Gajahbarang, Kudadepa hingga Kampung Naga, nama-nama tempat di Kabupaten Tasikmalaya menyimpan cerita yang menarik. Sebagian berkaitan dengan satwa, sebagian lagi menggambarkan kondisi atau aktivitas yang pernah dikenal masyarakat pada masa lalu.

Nama-nama tersebut menjadi bukti bahwa bahasa dan lingkungan dapat meninggalkan jejak dalam sebuah wilayah. Di balik nama yang terdengar sederhana atau bahkan unik, tersimpan potongan cerita yang membuat sejarah Tasikmalaya semakin menarik untuk ditelusuri.