"Menargetkan bandara di Riyadh, secara khusus, menunjukkan sejauh mana kelompok Houthi bersedia untuk bertindak demi memicu eskalasi situasi di kawasan tersebut," sebutnya.
Pemerintah Inggris memperingatkan bahwa eskalasi kekerasan di kawasan Teluk dapat berdampak pada London, antara lain melalui kenaikan biaya hidup, gangguan pasokan energi, dan peningkatan biaya bagi dunia usaha Inggris.
Pengerahan aset militer Inggris ini diumumkan setelah Saudi, sepanjang bulan ini, terus-menerus menjadi target serangan udara yang dilancarkan oleh Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung oleh Iran. Beberapa serangan Houthi itu menghantam bandara-bandara sipil dan fasilitas minyak di wilayah Saudi.