NADIKABAR.COM — Inggris mengumumkan larangan impor seluruh produk yang berasal dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah paling tegas yang diambil Inggris sejak mengakui kedaulatan negara Palestina tahun lalu.

Dikutip dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menuduh Israel melakukan pembersihan etnis terhadap warga Palestina. Ia juga menegaskan, pemerintah Inggris memandang perluasan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Miliband juga mengumumkan pembatasan baru yang lebih ketat terhadap penjualan senjata ke Israel. Namun Israel juga mengumumkan empat balasan, termasuk melarang 12 anggota parlemen Inggris memasuki Israel dan menutup konsulat Inggris di Yerusalem.

Larangan Inggris terhadap perdagangan barang dari permukiman ilegal Israel ini diberlakukan di tengah meningkatnya kekerasan oleh pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Perluasan permukiman tersebut juga memicu perdebatan di Eropa mengenai pembatasan perdagangan dengan wilayah tersebut.

Setelah pidato Miliband di parlemen, 12 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung solusi dua negara. Mereka juga menyatakan akan mempertimbangkan pembatasan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel.