Israel sendiri telah mengancam akan mengambil tindakan balasan jika Inggris menjatuhkan sanksi terkait perluasan permukiman. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar sebelumnya memperingatkan, "Jika Inggris bertindak terhadap Israel, Israel akan bertindak terhadap Inggris."
Ketegangan di Tepi Barat meningkat pada saat yang sama. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Senin memperingatkan akan terjadi "perang skala penuh" terhadap Otoritas Palestina jika badan keamanan Palestina mempersiapkan serangan terhadap pasukan Israel atau permukiman Yahudi seperti serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
"Jika mekanisme keamanan Otoritas Palestina dan badan-badan terkait memulai, atau kami mengetahui dengan pasti bahwa mereka akan memulai, serangan teror bergaya 7 Oktober terhadap pasukan IDF dan permukiman Yahudi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah menginstruksikan IDF untuk bersiap membuka perang skala penuh," kata Katz.
Menurut Katz, operasi tersebut akan menyasar "kepemimpinan senior dan mekanisme" Otoritas Palestina di Ramallah serta "seluruh infrastruktur teror" di Tepi Barat. Ia juga mengatakan operasi dapat mencakup "pembunuhan terarah terhadap tokoh-tokoh senior" serta evakuasi penduduk dari wilayah yang menjadi lokasi aktivitas teror, disertai kehadiran militer Israel secara permanen.
Peringatan itu disampaikan setelah serangan penikaman yang melukai seorang pemukim Israel di Tepi Barat bagian utara. Militer Israel mengatakan telah menembak dan membunuh pelaku Palestina.
Namun, tidak ada indikasi bahwa serangan tersebut dilakukan dengan persetujuan atau sepengetahuan Otoritas Palestina. Otoritas Palestina secara resmi tidak terlibat dalam aktivitas militan dan pasukan keamanannya telah melakukan penindakan terhadap kelompok militan lokal di Tepi Barat.
Ketua Dewan Nasional Palestina Rawhi Fattouh mengecam pernyataan Katz sebagai cerminan "sifat agresif dan rasis pemerintah Israel". Menurutnya, pernyataan tersebut "menegaskan bahwa mereka tidak mencari mitra untuk perdamaian, melainkan bahan bakar permanen untuk konflik serta penyebaran kekacauan dan ketidakstabilan".
Pada hari yang sama, pejabat senior Dewan Perdamaian yang didukung AS, Nickolay Mladenov, memperingatkan bahwa perkembangan di Gaza dan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat dapat membuat solusi dua negara tidak mungkin diwujudkan.