"Kemudian janjian, ketemu, sampai pada akhirnya melakukan perbuatan kesusilaan yang menyimpang tersebut," lanjutnya.

Anggi mengungkap video tersebut dijual dengan tarif ratusan ribu sekali akses ke grup khusus. Keduanya telah meraup belasan juta rupiah dari konten porno tersebut.

"Disebar ke platform sosial media, dikomersilkan kurang lebihnya untuk memasuki daripada komunitas atau grup untuk penjualan video tersebut itu Rp 150 ribu," ungkapnya.

Anggi mengatakan konten porno tersebut hanya bisa dilihat oleh member di komunitas grup tertentu. Untuk mengakses video tersebut diharuskan membayar Rp 150 ribu.