Aturan pakaian semacam itu disebut bertujuan untuk memastikan guru mencerminkan 'standar profesional' dan akan berdampak positif terhadap 'reputasi publik sekolah'.

Keputusan ini memicu protes setelah sejumlah sekolah mulai melarang siswa dan guru mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Seorang guru bernama Zahra Hasanova mengatakan dia tidak boleh lagi mengenakan hijab di sekolah.

"Sejujurnya, saya merasa agak emosional. Saya merasa terluka. (Hijab) adalah pilihan pribadi, dan jika suatu hari nanti saya ingin melepasnya, itu pun seharusnya menjadi pilihan saya sendiri," ujarnya.

Kebijakan ini juga telah memicu protes serta kampanye di media sosial di Azerbaijan. Beredar video yang memperlihatkan para siswa memeluk guru mereka sambil menangis saat mereka dilarang masuk ke sekolah.