Media setempat melaporkan siswa di setidaknya dua sekolah di Azerbaijan melakukan boikot kelas sebagai bentuk protes terhadap pembatasan tersebut. Keributan juga terjadi hingga berujung penangkapan 37 orang saat protes kebijakan tersebut.

Kampanye di media sosial Azerbaijan juga merambah ke Turki. Sebagian pihak melihat adanya kemiripan antara situasi di Azerbaijan ini dengan peristiwa 'kudeta pascamodern' di Turki pada tahun 1997 ketika perempuan yang mengenakan jilbab dilarang mengikuti perkuliahan di universitas serta diberhentikan dari pekerjaan mereka sebagai pegawai negeri atau dipaksa untuk mengundurkan diri.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan konsulat Azerbaijan di Istanbul untuk memprotes pembatasan yang berdampak pada perempuan Muslim. Mereka mendesak pihak berwenang di Baku untuk meninjau kembali keputusan tersebut.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah melontarkan kritik terselubung terhadap Turki yang merupakan sekutu dekat negaranya terkait aksi protes tersebut. Dalam pidatonya di kongres Partai Azerbaijan Baru, Aliyev memperingatkan agar pihak lain tidak 'mencampuri gaya hidup kami' tanpa menyebut Turki secara langsung.