"Biasanya selesai salat magrib ada kegiatan. Sebelum magrib sudah mulai ada yang muntah-muntah, kemudian setelah magrib ambulans berdatangan," ujarnya.

Senada, salah satu santriwati, Syaza (15) membenarkan menu yang dimakan adalah nasi putih dan telur orak-arik. Namun ia menyebut sayurnya yang terasa tidak biasa rasanya.

"Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak bali, gak pedes. Sayur gak habis, yang kecut dari sayurnya," tutur Syaza.

Data sementara, korban keracunan saat ini yang dihimpun telah mencapai 273 santri yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Diperkirakan korban akan terus bertambah.