Toni menyebut, dugaan penganiayaan tersebut bermula dari persoalan makanan yang diminta oleh senior korban. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng sehingga diduga membuat seniornya marah.

"Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng," tutur Toni dengan mata sembab.

Toni kini menuntut keadilan atas kasus kematian anaknya. Ia lantas meminta keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto hingga Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) agar diusut secara tuntas dan adil.