"Yang paling penting adalah bagaimana kita tetap berjalan, membuat kemajuan, bahkan ketika rasanya kita hanya jalan di tempat," ujar Kevin.

Kevin kemudian membagikan kiat dalam menghadapi UTBK SNBT. Kevin mengaku lebih banyak berlatih try out dan soal.

Dari sana, ia bisa membuat pola soal menjadi lebih familiar. Ia juga mengombinasikan Feynman Technique dan Active Recall dalam memahami materi.

Selain itu, teknik Podomoro ia coba juga yakni dengan 50 menit belajar dan 10 menit istirahat sebanyak dua kali repetisi. Untuk menjaga semangatnya, Kevin menguatkan ibadahnya supaya seimbang.

"Jadwal belajar harian sangat krusial dalam membangun disiplin karena jika hanya bergantung pada motivasi dan semangat, kita akan cepat kelelahan atau burnout. Motivasi kita bisa redup kapan saja," ujarnya.

Kini, Kevin telah menjadi mahasiswa baru FTTM ITB. Menurut Kevin, keberhasilannya tembus ITB bukanlah hasil akhir.

Ia berpendapat bahwa prosesnya yang bisa membentuk dirinya, bukan hanya hasil. Ia berharap bisa terus tumbuh selama menjadi mahasiswa ITB.

"Berjuanglah bukan untuk hasil, tetapi untuk proses. Belajarlah bukan hanya untuk nilai, tetapi untuk mereka yang telah lebih dulu berkorban demi memastikan kita bisa belajar dengan baik," katanya.