Cakupan penerima juga tidak terbatas bagi pengayuh becak di sekitar Alun-Alun Singaparna saja. Seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam jangkauan pendataan.
Program konversi ini bertujuan meringankan beban fisik para pengemudi lansia, menekan biaya operasional harian, dan mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di wilayah Tasikmalaya.
"Sudah hampir 20 tahun saya menarik becak motor di Singaparna, paling jauh mengantar penumpang sampai ke Kota Tasikmalaya. Sangat membantu sekali kalau ada bantuan becak listrik dari pemerintah," kata Ening pengayuh becak.
Dengan datangnya 220 unit ini, Pemkab Tasikmalaya kini menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat terkait jadwal pelatihan dan proses penyerahan resmi kepada para penerima manfaat.