​"Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar," kata Juli.

​KI yang mengingat alamat rumahnya secara detail kemudian diantarkan oleh Ketua RT setempat kembali ke rumah. Sementara itu, sang adik (CI) baru ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres arah Bandara Soekarno-Hatta.

​CI sempat menolak berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberi isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau diajak berkomunikasi di Pos RW setempat.

Berdasarkan pengakuan kedua korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berinteraksi dengan orang lain.

​"Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum. Nanti diracun," ujar Juli meniru ucapan anak bungsunya saat ditanya warga.

​"Ngomongnya begitu. Dua anak ini sama ngomongnya. Jadi yang bawa dia itu pesannya semuanya sama digituin," sambung dia.

​Tak hanya menculik dan mengintimidasi, pelaku yang merupakan seorang perempuan mengendarai sepeda motor tersebut juga melucuti barang berharga milik kedua korban.