NADIKABAR.COM — Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri setelah krisis perbankan yang melibatkan Ueno Bank memicu gelombang protes di seluruh negeri. Pengambilalihan bank tersebut oleh Bank Sentral menyebabkan sekitar tiga juta nasabah, termasuk para pensiunan, tidak dapat mengakses uang simpanan mereka.

Dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), Ueno Bank diambil alih Bank Sentral pada Selasa (3/11), dua hari sebelum Pena mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11). Keputusan tersebut memicu kemarahan masyarakat karena dana simpanan nasabah dibekukan. Krisis ini juga menyeret nama Pena karena bank tersebut memiliki keterkaitan dengannya.

Gelombang demonstrasi pun meluas di berbagai wilayah Paraguay. Di ibu kota Asuncion, ratusan orang turun ke jalan. Sebagian demonstran membawa poster yang menuntut pemakzulan Pena, yang dikenal sebagai pemimpin sayap kanan dan sekutu Amerika Serikat (AS).

Sejumlah pengunjuk rasa juga terlibat bentrokan dengan polisi. Aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.

"Saya bahkan tidak ingin bicara lagi, percuma saja, karena uang saya sudah habis," ujar Reinaldo Gomez (48), seorang pedagang kaki lima, kepada AFP.

Tekanan terhadap Pena semakin besar setelah anggota parlemen dari kubu oposisi mengajukan permohonan pemakzulan pada Rabu. Mereka menuding adanya pelanggaran dan konflik kepentingan dalam persoalan yang melibatkan bank tersebut.

Di tengah tekanan publik dan politik tersebut, Pena akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya melalui sebuah video yang diunggah di platform X.

"Saya ingin meminta maaf kepada rakyat jika ada saat di mana saya gagal. Tidak pernah ada niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang telah Anda berikan kepada saya," ungkap Pena.

Pena mengatakan prioritasnya setelah mundur adalah memberikan "ketenangan pikiran bagi rakyat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka ke dalam sistem keuangan kita."

Beberapa menit setelah pengumuman pengunduran diri itu, anggota parlemen, termasuk dari partai pengusung Pena, secara bulat menyetujui dimulainya proses pemakzulan terhadap dirinya. Namun, mereka menolak langkah serupa terhadap Wakil Presiden Pedro Alliana.