NADIKABAR.COM — Polisi telah menangkap pelaku pembunuhan dan pembakaran terhadap seorang wanita di pos ronda tepi Jalan Raya Purwodadi-Semarang, Kebonagung, Demak. Pelakunya pria asal Jombang, Jawa Timur. Ini tampangnya.

Dalam foto yang diterima NadiKabar, pelaku sedang berada di dalam mobil berkelir putih. Ekspresi mukanya datar dan kepalanya sedikit tertunduk tanpa menoleh ke kamera.

Pelaku yang rambutnya sudah putih beruban itu tampak dalam posisi duduk bersila di dalam mobil. Tangannya diborgol di belakang punggung. Sebuah palu besi yang diduga menjadi alat untuk menghabisi korban juga turut dibawa polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Muhammad Anwar Nasir mengatakan pelaku berhasil ditangkap polisi saat bersembunyi di sebuah rumah di wilayah Mangkang, Kota Semarang, dini hari tadi.

"(Penangkapan) di rumah pelarian tersangka di Jalan Plumbon 1 Mangkang Semarang, pada Kamis, 3 September 2026 pukul 01.15 WIB," kata Anwar melalui pesan WhatsApp kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).

"Tersangka ditangkap oleh gabungan Tim Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda, Resmob Polres Demak, dan Reskrim Polsek Kebonagung Demak," tambahnya.

Pelaku diketahui merupakan warga Jombang, Jawa Timur. Dia juga pernah terlibat dalam kasus pembunuhan pada 22 tahun silam.

"Inisial BI, 53 tahun, alamat Jombang, Jatim, kawin. Residivis pembunuhan terhadap orang pada tahun 2004 di Pati Jateng," ujar Anwar.

Diberitakan sebelumnya, mayat wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi terbakar di pos ronda Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Wanita itu diduga korban pembunuhan.

Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan keberadaan mayat itu diketahui pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Keberadaan mayat tersebut mulanya diketahui oleh saksi satu bernama Wahyudi (36) yang melihat pos ronda terbakar.

"Menurut keterangan saksi 1, pada saat ingin membeli makan, melihat ada pos ronda yang terbakar tetapi tidak mengetahui kalau ada mayat di pos ronda tersebut. Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2 dan saksi 3 untuk ikut mengecek keadaan pos ronda dan diketahui ada mayat tanpa identitas yang sudah kaku," kata Rudi saat dihubungi NadiKabar, Selasa (1/9).

Rudi menyebut warga setempat tidak ada yang mengetahui identitas mayat tersebut. Tim identifikasi yang tiba di lokasi kemudian memastikan jenazah tersebut merupakan seorang wanita.

"Menurut keterangan Pak RT setempat tidak ada warga yang mengetahui (mengenal) mayat tanpa identitas tersebut, kemudian dari Polsek Kebonagung menelepon Pamapta dari Polres Demak," tutur Rudi.

"Sesampainya di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB, kemudian tim identifikasi dari Polres Demak melakukan pengecekan dan diketahui bahwa indentitas yang meninggal jenis kelamin perempuan," imbuhnya.

Rudi mengungkapkan ada dugaan kekerasan terhadap wanita tersebut. Rudi menjelaskan ciri-ciri korban tersebut yaitu perempuan usia kurang lebih 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 147 cm dengan perawakan pendek sedikit gemuk.

"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto. Kaos kaki krem ada stiker gambar kepala beruang. Sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi.

Rudi menyebut hasil autopsi mengungkap bahwa luka tajam berupa tusukan menjadi sebab kematian korban. Akibat luka ini, tulang tengkorak korban hingga mengalami patah.

"Penyebab kematian luka tusuk di bagian kepala belakang yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak," ungkap Rudi.