"Pelaku berinisial AR itu melakukan tindak pidana di sana sebanyak dua kali.Dua kali di WC umumitu di jam 7 malam hari Sabtu tanggal 31 Oktober dan juga jam 11.00 malam di mana ada saksi pemilik toilet umum. Dengan keadaan tersebut, salah satu saksi pemilik toilet itu curiga karena ada jeritan tangisan dari korban ini," kata Seala kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).
Setelah menguburkan jasad bayi tersebut, keduanya kembali ke toilet tersebut untuk mengambil barang yang ketinggalan. Di sisi lain, saksi yang sudah curiga dengan kedua pelaku ini dan akhirnya diamankan.
Polisi mengungkap alasan kedua pelaku tega membunuh korban lantaran tak sanggup membiayai anak. Mereka mempunyai dua orang anak, dalam hal ini korban merupakan anak kedua.
Sang ibu berinisial JM bekerja sebagai pengamen, sementara ayah tiri korban berinisial AR menganggur.