"Setelah saya lihat, si ibu tuh lagi dibantu sama penumpang lain, lagi kesakitan. Terus, si ibu sempat sama saya, sama Mas Roni, sempat mau ditangani, ibu udah nggak kuat," kata Nurhidayat.

Momen penumpang wanita melahirkan dalam KRL itu direkam sejumlah penumpang lain hingga videonya viral di media sosial (medsos). Ketegangan sangat terlihat saat pada Kamis (24/9) sekitar pukul 10.55 WIB.

Dalam video, terlihat situasi di dalam gerbong kereta menjadi ramai dan menegangkan. Salah seorang penumpang bersorak 'woy lahiran-lahiran'.

Tampak ada beberapa petugas yang menyediakan kursi roda dan tandu untuk membantu proses evakuasi penumpang yang hendak melahirkan tersebut. Diketahui, kursi roda itu dibawa Masroni dan Nurhidayat yang menyediakan tandu.

Petugas keamanan di stasiun kemudian berkumpul untuk mengevakuasi ibu yang sudah rebah di dalam kereta. Namun ibu itu merasa tidak sanggup keluar kereta dan mengabarkan diri akan melahirkan.

Seorang petugas kesehatan, Annisa (22), lalu dipanggil untuk membantu proses persalinan penumpang. Annisa tak membantah bahwa dirinya tegang mendapat kabar harus menangani penumpang hendak lahiran.

"Saat itu yang terlintas di pikiran saya, saya kan sebagai petugas kesehatan, jujur merasa tegang juga. Tapi untuk di posisi tersebut saya harus tetap fokus dan tenang pada keselamatan ibu dan bayinya," kata Annisa.