Saluran tersebut berfungsi mendeteksi pergerakan kepala. Ketika kristal berpindah dan ikut bergerak di dalamnya, sistem keseimbangan mengirimkan sinyal yang keliru ke otak.
Inilah yang membuat seseorang mengalami sensasi berputar, terutama ketika mengubah posisi kepala, seperti bangun tidur, menoleh, atau berbaring.
Ketika vertigo kambuh, sebagian orang mengalami kondisi yang disebut nistagmus, yaitu gerakan bola mata yang berulang dan tidak dapat dikendalikan secara sadar.
Hal ini terjadi karena sistem keseimbangan memiliki hubungan erat dengan saraf yang mengatur pergerakan mata.
Ketika otak menerima sinyal keseimbangan yang tidak sesuai, gerakan mata ikut terpengaruh. Akibatnya, pandangan terasa bergerak, lingkungan tampak bergoyang, atau seseorang kesulitan memusatkan penglihatan.
4. Tubuh kehilangan keseimbangan dan terasa mual
Gangguan pada sistem vestibular tidak hanya memengaruhi penglihatan, tetapi juga kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi.
Itulah sebabnya vertigo sering disertai sensasi sempoyongan, sulit berjalan lurus, berkeringat dingin, mual, hingga muntah.
Rasa mual tersebut muncul karena adanya ketidaksesuaian informasi antara sistem keseimbangan, penglihatan, dan bagian otak yang mengatur respons mual.
Pada beberapa orang, serangan vertigo hanya berlangsung beberapa detik. Namun, ada juga yang mengalaminya selama beberapa jam atau lebih, tergantung penyebabnya.