"Proses transisi dijalankan InJourney Airports dan SDhI, melalui proses koordinasi langsung dengan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sebagai regulator sekaligus Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) untuk memastikan transisi berjalan sesuai ketentuan, dan secara resmi per 1 Oktober 2026 Bandara Dhoho Kediri sepenuhnya dioperasikan oleh PT SDhI," ujar Jumat (2/10/2026).
"Kedua perusahaan saling mendukung sejak awal hingga berakhirnya Kerja Sama Operasi atau KSO, dan akan terus saling mendukung ke depannya di dalam ekosistem kebandarudaraan nasional. InJourney Airports berkedudukan sebagai mitra KSO, sementara SDhI adalah Badan Usaha Pelakana (BUP). Sehingga, kewenangan terkait kelanjutan KSO sepenuhnya merupakan kewenangan PJPK dan BUP," imbuhnya.
Arie mengatakan InJourney Airports mendukung Bandara Dhoho sejak awal dengan menerapkan manajemen kebandarudaraan yang mengacu pada standar terbaik. Seluruh aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan di Bandara Dhoho pada periode KSO tersebut pun telah dijalankan sesuai regulasi, serta mengacu standar dan best practice di dalam negeri maupun internasional.
InJourney Airports juga telah memperkuat pengembangan dan kompetensi SDM SDhI melalui proses Technical Advisory, khususnya di bidang Airport Operations, Airport Safety, Aviation Security, Airport Rescue & Fire Fighting, Airport Engineering & Maintenance, Airport Commercial, Airport Financial, Airport Human Capital, dan Regulatory Compliance. Dukungan InJourney Airports ini turut memperkuat SDhI dalam mendapatkan sertifikat standar Badan Usaha Bandar Udara (BUBU).