NADIKABAR.COM — PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperluas peluang kemitraan bisnis business-to-business (B2B) melalui Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (JWITF). Event yang digelar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) ini berlangsung pada 15-17 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Dengan membawa portofolio lintas entitas, InJourney mendorong kerja sama distribusi, pengembangan pasar, dan kolaborasi komersial untuk memperluas akses ekosistem pariwisata Indonesia ke pasar domestik maupun internasional. Partisipasi ini juga menjadi upaya InJourney membangun hubungan bisnis dengan agen perjalanan, operator tur, perusahaan pengelola perjalanan korporat, pelaku meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE), serta mitra distribusi pariwisata.
Melalui pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama, InJourney membuka ruang bagi mitra untuk mengembangkan penawaran perjalanan sesuai karakteristik pasar dan kebutuhan pelanggan masing-masing.
Direktur Komersial InJourney, Veronica H. Sisilia mengatakan kekuatan portofolio InJourney perlu ditopang jaringan kemitraan yang mampu menghubungkan destinasi dan layanan pariwisata dengan sumber permintaan. Karena itu, pengembangan kerja sama B2B menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkuat peluang bisnis lintas entitas.
"Melalui JWITF 2026, kami membawa kekuatan ekosistem InJourney untuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan pelaku industri. Mitra dapat menjajaki berbagai kebutuhan bisnis, dari destinasi dan akomodasi hingga layanan pendukung perjalanan, dalam satu forum. Kami ingin pertemuan ini menghasilkan peluang yang dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama distribusi, penjualan, dan kolaborasi komersial yang berkelanjutan," ujar Veronica dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Veronica mengatakan program kemitraan InJourney berfokus pada perluasan kanal distribusi dan akses ke pasar wisatawan baru. Untuk itu, InJourney menjajaki kerja sama dengan agen perjalanan, operator tur, jaringan grosir produk perjalanan, dan penyedia kamar hotel.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran layanan InJourney untuk berbagai segmen, mulai dari wisatawan individu dan rombongan hingga perjalanan korporat dan MICE.
Melalui JWITF 2026, InJourney menawarkan portofolio berupa destinasi wisata budaya dan rekreasi, jaringan hotel, kawasan pariwisata, layanan pendukung aviasi, serta produk ritel lokal. Destinasi yang ditawarkan antara lain Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan TMII.
Sementara itu, InJourney Hospitality membuka peluang kerja sama di bidang akomodasi dan MICE. InJourney juga memperkenalkan kawasan The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori kepada calon mitra.
Di sektor perhotelan, penjajakan peluang kerja sama komersial dilakukan dengan mitra perjalanan melalui penawaran tarif khusus dan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, portofolio destinasi membuka peluang pengembangan paket perjalanan berbasis budaya dan pengalaman khas Indonesia. Kombinasi ini memberi ruang bagi mitra untuk menyusun penawaran yang relevan bagi segmen pasar yang mereka layani.
Layanan InJourney Aviation Services juga diperkenalkan untuk menjajaki kebutuhan pendukung aviasi dan operasional. Sarinah melengkapi penawaran B2B melalui peluang pengadaan produk bagi industri pariwisata dan korporasi.
Dengan cakupan tersebut, kerja sama yang dibangun dapat menjangkau rantai usaha pariwisata secara lebih luas, termasuk kebutuhan layanan dan pengadaan antarpelaku bisnis.
Veronica menambahkan, kolaborasi lintas entitas memungkinkan pengembangan pasar yang saling melengkapi. Hal ini penting untuk membantu mitra industri merancang perjalanan lintas destinasi, mengembangkan segmen pelanggan, dan memperkuat daya saing produk pariwisata Indonesia di jaringan pemasaran mereka.
"Setiap pasar memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami membuka ruang kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan potensi masing-masing destinasi. Dengan menghubungkan portofolio InJourney dengan jaringan distribusi yang tepat, kami ingin memperbesar peluang bisnis sekaligus mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi ekosistem pariwisata Indonesia," ungkap Veronica.
Veronica mengatakan, pertemuan bisnis selama JWITF 2026 ditujukan untuk menjaring calon mitra dengan kebutuhan dan potensi kerja sama yang jelas. Peluang tersebut akan ditindaklanjuti bersama entitas terkait, mulai dari pembahasan kontrak, kemitraan distribusi, pengembangan produk, hingga kolaborasi pemasaran. InJourney berharap kerja sama yang terjalin dapat berlanjut setelah pameran berakhir.
"Keberhasilan forum ini perlu dilihat dari kualitas hubungan bisnis yang dibangun dan peluang yang dapat diwujudkan bersama. Kami ingin semakin banyak mitra membawa destinasi dan layanan Indonesia ke pasar mereka, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan semakin luasnya manfaat pariwisata bagi masyarakat," tutup Veronica.