Taryaningsih mendirikan Kawasan Inklusif sejak tahun 2019. Dia menghabiskan dana lebih dari Rp 3 miliar untuk membuat kawasan yang menjadi wadah pendidikan nonformal bagi para penyandang disabilitas.

Kawasan Inklusif menjadi inovasi pertama di Indonesia, untuk memanusiakan manusia. Taryaningsih memberikan bekal keterampilan vokasi dan mendampingi usaha disabilitas.

Lewat Kawasan Inklusif, para penyandang disabilitas diajari langsung hidup berdampingan atau bersosialisasi dengan masyarakat non-disabilitas.

Selain itu, pembangunan Kawasan Inklusif juga bertujuan untuk memberikan kesempatan pada disabilitas dan kelompok rentan untuk mempunyai rumah sendiri. Taryaningsih juga membantu menciptakan infrastruktur yang ramah disabilitas.