Melalui Kawasan Inklusif, Taryaningsih menciptakan usaha dan memudahkan pemasaran untuk disabilitas karena menjadi satu sentra usaha. Inovasi ini meningkatkan kesejahteraan disabilitas dan kelompok rentan lainnya hingga mengurangi angka kemiskinan di Trenggalek.
Layanan umum di Kawasan Inklusif didesain secara khusus agar aksesibel untuk disabilitas. Jalan juga dirancang khusus untuk disabilitas, ada jalur kursi roda dan guiding block untuk disabilitas netra.
Ada 17 kepala keluarga (KK) yang menempati Kawasan Inklusif. Lewat inovasi ini, Taryaningsih ingin mewujudkan pilot project rumah ramah disabilitas di tengah-tengah lingkungan masyarakat.