NADIKABAR.COM — Taryaningsih masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah. Dia mendirikan Kawasan Inklusif bagi penyandang disabilitas untuk mencetak disabilitasmart di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Pemilihan 3 besar DPD RI Awards 2026 ditentukan dalam rapat perdana Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Sejumlah anggota Dewan Pakar hadir langsung dalam rapat dan yang berhalangan hadir tetap memberikan pandangan serta kontribusi dalam pembahasan.
Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.
Ada empat kategori penghargaan di DPD RI Awards 2026, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.
Taryaningsih mendirikan Kawasan Inklusif sejak tahun 2019. Dia menghabiskan dana lebih dari Rp 3 miliar untuk membuat kawasan yang menjadi wadah pendidikan nonformal bagi para penyandang disabilitas.
Kawasan Inklusif menjadi inovasi pertama di Indonesia, untuk memanusiakan manusia. Taryaningsih memberikan bekal keterampilan vokasi dan mendampingi usaha disabilitas.
Lewat Kawasan Inklusif, para penyandang disabilitas diajari langsung hidup berdampingan atau bersosialisasi dengan masyarakat non-disabilitas.
Selain itu, pembangunan Kawasan Inklusif juga bertujuan untuk memberikan kesempatan pada disabilitas dan kelompok rentan untuk mempunyai rumah sendiri. Taryaningsih juga membantu menciptakan infrastruktur yang ramah disabilitas.
Melalui Kawasan Inklusif, Taryaningsih menciptakan usaha dan memudahkan pemasaran untuk disabilitas karena menjadi satu sentra usaha. Inovasi ini meningkatkan kesejahteraan disabilitas dan kelompok rentan lainnya hingga mengurangi angka kemiskinan di Trenggalek.
Layanan umum di Kawasan Inklusif didesain secara khusus agar aksesibel untuk disabilitas. Jalan juga dirancang khusus untuk disabilitas, ada jalur kursi roda dan guiding block untuk disabilitas netra.
Ada 17 kepala keluarga (KK) yang menempati Kawasan Inklusif. Lewat inovasi ini, Taryaningsih ingin mewujudkan pilot project rumah ramah disabilitas di tengah-tengah lingkungan masyarakat.