NADIKABAR.COM — Berat dan penempatan muatan menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kemampuan daya apung dan stabilitas kapal saat membawa muatan.
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti persoalan tersebut saat mengunjungi Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak. Menurut Bambang, usia kapal tidak bisa menjadi satu-satunya dasar untuk melihat penyebab kecelakaan. KM Virgo Transport 8 disebut masih berusia 39 tahun.
"Kapal ini KM Virgo Transport 8 masih relatif muda yaitu 39 tahun. Apalagi kapal ex Jepang mempunyai teknologi yang tinggi. Bahkan plat dari kapal jepang semua menggunakan plat high tensile. Yang mempunyai kekuatan tekuk, tekan, dan tarik ( strength ) yang sangat kuat. Seperti hal nya kapal kapal dari negara negara maju Eropa. Makanya kapal kapal ex Jepang yang ada di Indonesia walaupun berusia tua kondisinya masih bagus dan mempunyai kelayakan kapal sesuai dengan standarisasi Kelas dan Perhubungan Laut Indonesia," kata Bambang dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Bambang meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan penyidik pegawai negeri sipil (PNS) memeriksa muatan yang dibawa kapal, termasuk kesesuaiannya dengan kemampuan kapal.