"Apa yang berhasil di AS atau Singapura mungkin tidak berhasil di sana. Jadi, kemitraan kami bukan tentang membawa sesuatu yang telah dibuat di belahan dunia lain lalu menjualnya di sini. Kami mendengarkan kebutuhan mereka dan bersama-sama menciptakan apa yang mereka butuhkan. Itulah sebabnya saya terus menekankan konsep intelligence for all," jelasnya.
Terlepas dari visi tersebut, untuk saat ini, Vikram menyebut bahwa kebutuhan AI paling mendesak datang dari sektor bisnis perbankan dan keuangan.
"Berdasarkan data dan pengalaman, kebutuhan yang paling mendesak sekarang adalah sektor perbankan dan keuangan. Mereka sudah menggunakan AI. Bersama F5, kami ingin menjadikan penerapannya terpercaya, sederhana, sehingga mereka dapat melihat manfaat nyata dari teknologi ini. Sektor pertambangan juga mulai berkembang," paparnya.