Sementara tiga kecamatan lain di Klungkung berbagi sisa kue investasi dengan rincian Kecamatan Klungkung Rp 354 miliar atau sekitar 10,6%, Kecamatan Dawan Rp 55.137 miliar atau 1,7%, dan Kecamatan Banjarangkan Rp 48.029 miliar atau sekitar 1,4%.
Sudiarkajaya menjelaskan laju investasi yang didominasi oleh sektor akomodasi pariwisata di Nusa Penida harus berjalan seimbang dengan kepatuhan hukum.
Pemerintah mencatat masih banyak bangunan existing maupun proyek baru, termasuk sekitar 3.500 kamar hotel dan akomodasi pariwisata, yang belum sepenuhnya lengkap mengantongi izin atau masih dalam proses penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).