NADIKABAR.COM — Jalur terjal Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, menjadi salah satu alasan wisatawan mendukung pembangunan lift kaca. Namun, rencana fasilitas tersebut masih menuai pro-kontra, termasuk soal dampaknya terhadap alam dan pemandangan.
Polemik pembangunan lift kaca ini bergulir seiring investor proyek tersebut memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar melawan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Meski menang di PTUN, proyek tersebut belum serta-merta bisa dilanjutkan karena Pemprov Bali memastikan akan mengajukan banding.
Di tengah dinamika hukum tersebut, pandangan berbeda muncul dari wisatawan mancanegara yang merasakan langsung ganasnya medan di destinasi ikonik tersebut.
Irwin Khajotia, wisatawan asal Selandia Baru (New Zealand), menilai fasilitas modern seperti lift kaca bisa membawa dampak positif. Syaratnya, masyarakat sekitar menyetujui pembangunan tersebut dan sebagian besar keuntungan atau hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut Irwin, tantangan terbesar di Pantai Kelingking terletak pada jalur menuruni tebing karang yang terjal, sempit, dan berisiko tinggi. Tebing curam yang langsung menghadap ke laut lepas membuat perjalanan menuju pantai menguji fisik secara ekstrem.
Meski demikian, perjalanan turun ke pantai masih bisa diatasi karena jalur telah dilengkapi dengan pegangan tangan atau handrail.
Masalah krusial, menurutnya, justru muncul ketika pengunjung harus kembali mendaki tebing curam tersebut.