Berdasarkan analisis riset Mirae Asset, pertumbuhan kredit perbankan melambat menjadi 12,7 persen secara tahunan pada September 2026, dari 13,3 persen pada Agustus 2026.
Perlambatan disebut terutama berasal dari kredit investasi yang terkontraksi 0,2 persen secara bulanan, antara lain akibat tekanan pada segmen konstruksi.
Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) membaik menjadi 8,2 persen (year-on-year/yoy), dengan total dana mencapai Rp9.896 triliun. Rasio current account and savings account (CASA) meningkat menjadi 64,9 persen.
Namun, kenaikan pendanaan tersebut diikuti peningkatan biaya dana, tercermin dari kenaikan suku bunga deposito di berbagai tenor. Kondisi ini berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan ke depan.