"Program ini memadukan teori akademik dengan pengalaman lapangan secara langsung. Peserta mengikuti survei bawah laut, penilaian kesehatan ekosistem pesisir, serta interaksi dengan masyarakat Bajau di Sampela untuk memahami tata kelola kelautan dan keberlanjutan lingkungan,” kata Dea.

Selama kegiatan lapangan di Pulau Hoga dan wilayah sekitarnya, peserta mendapat pendampingan dari para pakar dan praktisi internasional, termasuk Prof James Bell (VUW), Mo Johnson (Operation Wallacea), serta dosen IPB University Dr Beginer Subhan dan Dr Dondy Arafat.

Selain memperkuat pengetahuan ilmiah dan teknik survei bawah laut (snorkeling dan penilaian cepat keanekaragaman hayati), program ini memberikan pengalaman langsung mengenai adaptasi di wilayah kepulauan.