NADIKABAR.COM — IPB University, melalui Center for Tropical Animal Studies (Centras)-Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH), mengembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti, yang tidak sebatas budi daya, namun mengolah sampah menjadi produk bernilai.

Kepala Centras Prof Nahrowi, dalam keterangan IPB University di Bogor, Jabar, Minggu, menjelaskan model bisnis, yang dikembangkan menggunakan konsep plasma-inti dalam kerangka program Sinergi 2026.

Mitra sebagai plasma tidak perlu melakukan seluruh proses budi daya mulai dari menetaskan telur, membesarkan maggot, hingga menghasilkan telur kembali.

"Plasma dapat berfokus pada pembesaran maggot, sementara tahapan lainnya dilakukan oleh pihak yang memiliki peran masing-masing," kata Nahrowi.

Menurutnya, keberadaan off-taker menjadi bagian penting dalam model tersebut. Dengan adanya pihak yang menyerap hasil produksi, mitra memiliki kepastian pasar.