Alim mengatakan paket nasi steril buatan dosen tersebut mampu bertahan hingga satu tahun. Karakteristik paket nasi ini bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi bencana.
Sebelum paket nasi inovasi dosen dikirim ke NTT, IPB juga telah mengirimkan 54 ribu paket nasi steril untuk warga korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu. Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Dr Handian Purwawangsa saat itu menjelaskan, nasi steril inovasi dosen IPB tersedia dalam berbagai varian menu, seperti nasi liwet, nasi kuning, nasi ayam jeruk purut, nasi uduk, hingga nasi goreng. Masing-masing dikemas dalam pouch berukuran 150-200 gram atau setara satu porsi makan orang dewasa agar mudah dimobilisasi dan siap dikonsumsi di lapangan
Bantuan ini didistribusikan ke dua lokasi. Lokasi pertama di Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Desa kedua yakni Kelurahan Kota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan untuk NTT ini juga melibatkan Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni (ARM-HA) IPB University.